Hi Mong, ngomik versi 4 sudah dirilis lho. Cobain dan kasih masukan ya.

Sosok itu lagi, pria itu dengan ganasnya menusukkan pedang hingga darah berceceran dimana-mana. Senyumannya terlihat penuh keji. Aura kekejamannya, tak hanya sampai disitu, ia melihat ibu dan anak yang tak sengaja menyaksikan peristiwa tersebut, keduanya saling berpelukan dan hendak melarikan diri. Namun, belum sampai tiga langkah, nyawa mereka sudah jadi taruhannya. Sungguh ironis sekali! Langkahnya terlihat jelas berdetak, arah pandangannya bergerak bebas kesana-kemari, kedua matanya sedikit menyipit, melihat siapa yang datang. Namun, aura pembunuhannya semakin meningkat karena gerombolan polisi sudah berada dihadapannya. Mereka sudah siap-siap untuk membawa senjata.



"jangan bergerak!" Titah salah seorang polisi. Tetapi, laki-laki itu tertawa. Seolah ingin meremehkan para polisi, mere...