Hi Mong, ngomik versi 4 sudah dirilis lho. Cobain dan kasih masukan ya.



[ STORY 10 ]

 

Dengan mata ungunya, si butler terus
menatap aku dan nonanya. Sekarang aku berada di rumahnya yang cukup besar, di
ruang tamu. Teh sudah semenit lalu disiapkan di atas meja didepanku, tapi aku
belum berani untuk meminumnya. Sementara itu perempuan gothic yang mengaku bernama
Shimokawa Mai terus saja menatapku.

 

“maaf
ya untuk sebelumnya, sepertinya aku terlalu menakutimu dipertemuan kita yang
sebelumnya”, tiba-tiba Shimokawa berbicara sambil tersenyum. “Bukan menakutiku,
tapi membahayakanku”, pikirku. “tehnya sudah mau dingin, lebih baik kita segera
meminumnya”, dia mempersilakanku untuk meminum teh didepanku sembari meminum
teh bagiannya. “jangan terlalu sungkan”, tambahnya. Aku pun meminum sedikit
saja teh yang sudah sejak tadi belum kuminum. Wah, rasa teh ini agak...