Hi Mong, ngomik versi 4 sudah dirilis lho. Cobain dan kasih masukan ya.
0komik
0pengikut
   

Hilda menyipitkan mata memandangi bangunan tua berjarak seratus meter yang tertutup kabut di depannya. Kabut selalu naik tiap jam tujuh sampai delapan malam, tepat saat sekolah malam dimulai.

 

Ia mengembuskan asap rokok, berusaha membuat lingkaran-lingkaran besar berwarna abu-abu,

tapi yang muncul hanya kepulan biasa.

 

Terdengar suara gesekan ringan dari sebelah kiri tempat parkir, Hilda menjatuhkan puntung rokok yang baru saja ia hisap dan menggilasnya dengan sepatu belel biru yang selalu ia kenakan.

 

Tanpa menoleh pun ia tahu bahwa yang datang adalah Asa, teman sekolahnya.

Mereka selalu janji bertemu di dekat tempat parkir untuk berangkat sekolah bersama.

 

Meski dibilang tempat parkir pun sebenarnya hanya beberapa orang saja yang punya sesuatu untuk diparkir. Beberapa seped...