Ketika ingin membuat cerita ya bisa gampang gampang susah,  tapi saya akan memberikan

informasi bagi pemula yang ingin membuat cerita, daripada kelamaan silahkan di baca.


Ceritanya ketika kita di suruh cara membuat cerita yang bagus , eh binung deh mau membuat cerita lucu  apa. And al hasil deh, kita bikin cerita tidak ada nyambung nya antara yang awal dan yang akhir. Namun begitu kita tetep aja nulis.


      Jangan menulis jika pikiran sedang bingung.

Menulis seperti alir, birkanlah mengaliar, tapi dengna member target, minimal nulis berapa kata gitu, dari hasil pengalaman saya enaknya nulsi ntu antara 300 kata sampai 500 kata, syukur bisa lebih deh
  • ·         Sering bawa kertas kemana – mana
Ingat kan kalau ide ntu keluarnya g rombongan, jadi ketika dia keluar sendiri. Kita tangkap pake kertas dan juga bolpoin. Jadi intinya kita tulis deh semua ide yang keluar dari pikiran kita, baru nanti kita pilih dan pilah sesuai dengna kebutuhan kita.
  • ·         Minta petunjuk dari teman kita
Kadang karya kita juga butuh penambahan ataupun masukkan dari teman kita. Minta penilaian dari hasil teman kamu, mintalah kelebihan da kekurangna dari cerita ataupun artikel yang kau buat. Biasakan untuk mencari orang yang berbeda untuk menilai hasil karyamu. karena penilaian orang bisa saja subjektif.
  • ·         Sering membaca karya orang lain
Hal ini penting untuk kamu kembangkan. Selain itu dengan membaca karya orang lain akan memberi kita banyak referensi baru. Baik dari segi kata maupun dari segi alur penceritaan. Jangan lupa untuk sering membaca walupun genrenya berbeda dengna cerita mu. bukanlah dengan penambahan sesuatu yang di anggap tidak mungkin akan menghasilkan suatu hal yang luar biasa.


Nah, selain itu ada jenis cerita yaitu : Fiksi, Non-Fiksi, Faksi


 
 

Jenis Menulis Fiksi, Non Fiksi, Faksi


 

Jenis Menulis - Secara garis besar ada 3 jenis menulis, yaitu menulis fiksi, faksi dan nonfiksi. Masing-masing jenis menulis dapat diuraikan sebagai berikut.

1.    Fiksi | Jenis Menulis
Adalah tulisan yang berangkat dari khayalan atau imajinasi. Dalam jenis menulis ini penulis bebas berimajinasi. Nama tokoh, peristiwa dan tempat kejadian merupakan hasil imajinasi penulis. Walaupun demikian, tetap ada kemungkinan terjadi persamaan antara imajinasi penulis dengan kenyataan yang pernah terjadi di suatu tempat.


Beberapa cerita fiksi bahkan mencegangkan dunia karena ternyata benar-benar menjadi kenyataan di masa depan. Misalnya novel Futility yang ditulis oleh Morgan Robertson pada tahun 1989. Novel ini berkisah tentang  kapal mewah Titinaic yang tenggelam setelah menabrak gunung es di Atlantik Utara.
Dalam kenyataan pada tahun 1912 atau 14 tahun setelah novel Futility ini terbit. Sebuah kapal mewah bernama Titanic benar-benar menabrak sebuah gunung es  di Atlantik Utara. Termasuk dalan jenis menulis fiksi ini adalah cerita pendek (cerpen), cerita bersambung (cerbung), novelet, novela, novel dan puisi.

2.    Non Fiksi
Adalah tulisan yang berdasarkan informasi, data, dan fakta yang benar-benar terjadi. Data dan fakta itu harus dipaparkan dengan benar tanpa  rekayasa atau ditambahi imajinasi penulis.  Termasuk dalam jenis menulis ini adalah berita, artike, feature (tulisan khas), opini, tajuk, rencana, resensi, reportase, biografi, otobiografi dan karya tulis ilmiah. Penulis harus dapat mempertanggungjawabkan hal yang dipaparkannya dalam tulisan jenis nonfiksi ini.
Jenis Menulis
 
3.    Faksi
Ada satu lagi jenis menulis yang belakangan ini banyak digunakan yaitu menulis faksi. Faksi (fakta-fiksi) ini memadukan dua jenis menulis fiksi dan nonfiksi, membuat cerita fiksi berdasarkan kisah nyata, membuat fakta menjadi sebuah karya fiksi. Dalam bentuk faksi ini, penulis diperbolehkan menambah “bumbu-bumbu penyedap” agar cerita semakin enak dibaca. Jenis Menulis

Pilihlah jenis menulis yang paling sesuai dengan kesukaan anda. Ada yang lebih mahir menulis non fiksi daripada menulis fiksi, dan sebaliknya. Apapun jenis menulis yang dipilih, kuasailah benar-benar serta menulislah dengan niat yang baik dan hati yang bersih.Jenis

Cara Membuat Cerpen Bagi Pemula (Termasuk Contoh Membuat Cerita)
 
Cara membuat cerpen yang baik 
Menulis cerpen (cerita pendek) dapat menjadi permulaan karir yang baik sebagai penulis fiksi. Menulis cerita yang sangat panjang, seperti novel pastilah lebih membutuhkan waktu dan tenagayang cukup banyak. Belum lagi mencari penerbit yang mau menerbitkannya. Cerita pendek dapat menjadi terobosan dalam karir menulis. Lebih banyak alternatif bagi penulis cerita pendek untuk dikenal, daripada novel. Majalah dan koran banyak yang menerima cerita pendek. Blog bisa juga menjadi alternatif dimuatnya cerita pendek di internet. Seringnya nama penulis munculdalam cerita pendek yang dimuat di berbagai majalah dan koran, bisa menjadi pertimbangan positif bagi penerbit, bila penulis tersebut menyodorkan naskah cerita yang lebih panjang sepertinovel ke penerbit.Tulisan ini ditujukan pada penulis pemula yang ingin menulis cerita pendek dengan baik. Sesuai namanya, menulis cerita pendek memiliki keunikan tersendiri.
 
Tema
Sebaiknya Anda memiliki tema yang jelas saat menulis cerpen, tentang cerita seperti apa yangingin Anda tulis. Pesan apa yang ingin Anda sampaikan kepada pembaca. Dengan adanya tema,yang menjadi tulang punggung cerita, maka cerpen Anda akan meninggalkan kesan tersendiri pada pembaca. Penetapan tema dari awal juga berguna agar saat menulis, Anda tidak terlalu jauh melenceng dari cerita sudah ditetapkan.

Alur cerita
Fokuslah pada satu alur cerita sesuai dengan tema yang sudah ditetapkan sebelumnya. Karakter tambahan, sejarah, latar belakang, dan detail lainnya sebaiknya memperkuat alur cerita ini.Percabangan alur cerita mutlak harus dihindari.

Karakter
Jangan menggunakan jumlah karakter yang terlalu banyak. Semakin banyak karakter bisamembuat cerita Anda menjadi terlalu panjang dan tidak fokus pada tema. Gunakan karakter secukupnya yang sesuai dengan alur cerita.
Sepenggal kisah hidup
Namanya saja cerita pendek, sehingga cerpen hanya menceritakan tentang sekelumit kisah dalamhidup karakter yang Anda buat. Jika karakter Anda memiliki kisah hidup yang sangat panjang,tulis hanya sebagai background yang menjadi penguat tema cerita tersebut. Tekankan hanya padasatu bagian dari hidupnya untuk ditulis.

Penggunaan kata
Bagaimanapun cerpen memiliki keterbatasan dalam jumlah kata yang bisa dipakai, apalagi ceritasuper pendek seperti flash fiction. Seringkali majalah atau koran tertentu benar-benar membatasi jumlah kata yang bisa dipakai. Jadi, Anda sebaiknya menggunakan pilihan kata yang efisien danmenghindari menggunakan kalimat deskriptif yang berpanjang-panjang.

Impresi
Secara tradisional, cerpen dimulai dengan pengenalan karakter, konflik, dan resolusi. Alternatif lain, adalah Anda dapat membuat impresi pada pembaca justru pada awal cerita, denganlangsung menghadirkan konflik. Karakter Anda sudah berada di dalam kekacauan besar. Hal iniakan membuat pembaca semakin penasaran, ada apa yang terjadi sebenarnya, bagaimanakarakter tersebut akan mengatasi persoalannya. Pengenalan karakter, setting, dll dapat dilakukansecara perlahan-lahan di bagian cerita berikutnya.

Kejutan
Beri kejutan pada pembaca di akhir cerita. Hindari membuat akhir cerita yang mudah ditebak.

Konklusi
Jangan biarkan pembaca meraba-raba dalam gelap pada akhir cerita Anda. Pastikan konklusi diakhir cerita Anda memuaskan, tetapi juga tidak mudah ditebak. Pembaca perlu dibuat berkesan pada akhir cerita, tentang apa yang terjadi pada karakter tersebut. Akhir cerita yangmengesankan akan selalu diingat oleh pembaca, bahkan setelah lama mereka selesai membaca cerita tersebut.
Para penulis pemula seringkali disarankan untuk menggunakan pengandaian berikut ini ketika mulai menyusun cerpen mereka:
1.Taruh seseorang di atas pohon.
2.Lempari dia dengan batu.
3.Buat dia turun.Kelihatannya aneh, tapi coba Anda pikirkan baik-baik, karena saran ini bisa diterapkan oleh penulis mana saja. Nah, ikuti langkah- langkah perencanaan seperti yang disarankan di bawahkalau Anda ingin menulis cerpen-cerpen yang hebat.

Perencanaan Cerpen
Taruh seseorang di atas pohon: munculkan sebuah keadaan yang harus dihadapi tokoh utama cerita.Lempari dia dengan batu: Dari keadaan sebelumnya, kembangkan suatu masalah yang harusdiselesaikan si tokoh utama tadi. Contoh: Kesalahpahaman, kesalahan identitas, kesempatanyang hilang, dan sebagainya.Buat dia turun: Tunjukkan bagaimana tokoh Anda akhirnya mengatasi masalah itu. Pada beberapa cerita, hal terakhir ini seringkali juga sekaligus digunakan sebagai tempatmemunculkan pesan yang ingin disampaikan penulis. Contoh: Kekuatan cinta, kebaikanmengalahkan kejahatan, kejujuran adalah kebijakan terbaik, persatuan membawa kekuatan, dsb.Ketika Anda selesai menulis, selalu (dan selalu) periksa kembali pekerjaan Anda dan perhatikanejaan, tanda baca dan tata bahasa. Jangan menyia-nyiakan kerja keras Anda denganmenampilkan kesan tidak profesional pada pembaca Anda.
Praktekkan perencanaan sederhana ini pada tulisan Anda selanjutnya.

Tema
Setiap tulisan harus memiliki pesan atau arti yang tersirat di dalamnya. Sebuah tema adalah seperti sebuah tali yang menghubungkan awal dan akhir cerita dimana Anda menggantungkanalur, karakter, setting cerita dan lainnya. Ketika Anda menulis, yakinlah bahwa setiap kata berhubungan dengan tema ini.Ketika menulis cerpen, bisa jadi kita akan terlalu menaruh perhatian pada satu bagian saja sepertimenciptakan penokohan, penggambaran hal-hal yang ada, dialog atau apapun juga, untuk itu,kita harus ingat bahwa kata-kata yang berlebihan dapat mengaburkan inti cerita itu sendiri.Cerita yang bagus adalah cerita yang mengikuti sebuah garis batas. Tentukan apa inti cerita Andadan walaupun tema itu sangat menggoda untuk diperlebar, Anda tetap harus berfokus pada intiyang telah Anda buat jika tidak ingin tulisan Anda berakhir seperti pembukaan sebuah novel atausebuah kumpulan ide-ide yang campur aduk tanpa satu kejelasan.

Tempo Waktu
Cerita dalam sebuah cerpen yang efektif biasanya menampilkan sebuah tempo waktu yang pendek. Hal ini bisa berupa satu kejadian dalam kehidupan karakter utama Anda atau berupacerita tentang kejadian yang berlangsung dalam sehari atau bahkan satu jam. Dan dengan waktuyang singkat itu, usahakan agar kejadian yang Anda ceritakan dapat memunculkan tema Anda.

Setting
Karena Anda hanya memiliki jumlah kata-kata yang terbatas untuk menyampaikan pesan Anda,maka Anda harus dapat memilih setting cerita dengan hati-hati. Disini berarti bahwa setting atautempat kejadian juga harus berperan untuk turut mendukung jalannya cerita. Hal itu tidak berarti Anda harus selalu memilih setting yang tipikal dan mudah ditebak. Sebagai contoh, beberapasetting yang paling menakutkan bagi sebuah cerita seram bukanlah kuburan atau rumah tua, tapitempat-tempat biasa yang sering dijumpa pembaca dalam kehidupan sehari-hari mereka. Buatlah agar pembaca juga seolah-olah merasakan suasana cerita lewat setting yang telah dipilih tadi.

Penokohan
Untuk menjaga efektivitas cerita, sebuah cerpen cukup memiliki sekitar tiga tokoh utama saja,karena terlalu banyak tokoh malah bisa mengaburkan jalan cerita Anda. Jangan terlalu terbawauntuk memaparkan sedetail-detailnya latar belakang tiap tokoh tersebut. Tentukan tokoh manayang paling penting dalam mendukung cerita dan fokuskan diri padanya. Jika Anda memang jatuh cinta pada tokoh-tokoh Anda, pakailah mereka sebagai dasar dalam novel Anda kelak.

Dialog
Jangan menganggap enteng kekuatan dialog dalam mendukung penokohan karakter Anda,sebaliknya dialog harus mampu turut bercerita dan mengembangkan cerita Anda. Jangan hanyamenjadikan dialog hanya sebagai pelengkap untuk menghidupkan tokoh Anda. Tiap kata yangditaruh dalam mulut tokoh-tokoh Anda juga harus berfungsi dalam memunculkan tema cerita.Jika ternyata dialog tersebut tidak mampu mendukung tema, ambil langkah tegas denganmenghapusnya.

 Alur
Buat paragraf pembuka yang menarik yang cukup membuat pembaca penasaran untuk mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya. Pastikan bahwa alur Anda lengkap, artinya harusada pembukaan, pertengahan cerita dan penutup. Akan tetapi, Anda juga tidak perlu terlalu berlama-lama dalam membangun cerita, sehingga klimaks atau penyelesaian cerita hanyamuncul dalam satu kalimat, dan membuat pembaca merasa terganggu dan bingung dalam artiannegatif, bukannya terpesona. Jangan pula membuat "twist ending" (penutup yang tak terduga)yang dapat terbaca terlalu dini, usahakan supaya pembaca tetap menebak-nebak sampai saat-saat terakhir. Jika Anda membuat cerita yang bergerak cepat, misalnya cerita tentang kriminalitas, jagalah supaya paragraf dan kalimat-kalimat Anda tetap singkat. Ini adalah trik untuk mengatur kecepatan dan memperkental nuansa yang ingin Anda sajikan pada pembaca.

Baca ulang
Pembaca dapat dengan mudah terpengaruh oleh format yang tidak rapi, penggunanaan tanda baca dan tata bahasa yang salah. Jangan biarkan semua itu mengganggu cerita Anda, selalu periksa dan periksa kembali.


Terima Kasih.. Atas membaca tutorial ini, silahkan memberi komentar dan 1 jempol bagi yang
Ikhlas.



 
0comics
35followers

You might also like

 

13 Geist

Ara Ara
4 Parts