when "THE HELL" was RANG ! 

 

 

Sebuah apartemen yang berada dikedalaman kota osaka. di apartemen ini

tinggalah seorang gadis bersama ayahnya. ibunya meninggal saat ia berumur 6 tahun.

konon kata ayahnya, penyebab ibunya meninggal karena kecelakaan, sedangkan gadis

itu pun tak ingat apa apa tentang kecelakaan. 

 

Gadis itu bernama saeko mizaki, ia sekarang telah genap 12 tahun namun sudah 

kelas 2 SMA.Ia anak yang sangat jenius, ayahnya sendiri sekarang bekerja sebagai

pegawai negeri. 

 

pada suatu hari, seperti biasa saeko pergi kesekolah menggunakan sepeda 

kesayangannya. 

"ayah, saeko pergi ya" jerit gadis periang itu.

"iya nak, hati hati ya... GANBATTE !!" ayahnya pun berlalu kedalam rumah, sedangkan saeko

telah menghilang dari kejauhan. 

 

"ohayou gozaimasu !!" ujar saeko saat masuk dalam kelasnya, disana terlihat teman temannya

yang telah datang ke sekolah, saeko melihat keujung ruangan, disana ada seorang gadis manis

gadis itu adalah teman karib saeko yang bernama Sakura. Saeko tersenyum dan menghampiri gadis 

itu, "hai, sakura", sakura pun tersenyum melihat saeko dan meresponnya, "hai juga saeko". "ngapain nih?"

sakura pun menunjukkan Handphone kesayangannya "lihat, SMS-an hihihi", saeko pun angguk angguk seru 

ia pun langsung mendekati sakura, "ihh,, sama siapa??", sakura menoleh dan langsung tertawa ngekek, "sama

senpai ekekekek". saeko pun mencolet sakura, "ckckck..anak muda anak muda -___-".

saat mereka sedang asyik ngobrol, bel masuk pun berbunyi, semua siswa pun masuk kekelasnya masing masing.

 

                                                                      ***

"mizaki-san, dipanggil boss kekantor" ujar salah satu pegawai kantor yang tiba tiba masuk keruangan 

mizaki hitachi, (bapak saeko), hitachi pun langsung tergesa gesa berdiri mendengar perkataan tersebut 

"ya,, segera".

 

hitachi pun mengetok pintu yang mewah tersebut lalu masuk ketika terdengar suara laki laki yang menyuruhnya

langsung saja masuk. ketika masuk keruangan itu, tercium wangi parfum menyengat dimana mana, terlihat seorang laki

laki setengah baya yang sedang memegang file ditangannya. menyadari kehadiran seseorang, lelaki setengah baya itu

langsung berhenti membaca dan menoleh lalu tersenyum.

"hai hitachi-san, sudah lama gak ketemu"

"ha... halo Mr. mahasiro" hitachi pun menunduk, lalu sejenak melihat mahasiro tatsuga dengan pandangan kebencian.

"hmm... tanggal berapa ini??? saya hitung hitung, sepertinya kontrak kerjamu hampir habis" selidik mahasiro.

"e..ehm.. ya begitulah" 

"kamu ingat?? baguslah. kalau gitu tinggal beresin aja barangmu"

"yahhh,,, tapi, boleh aku minta sesuatu?" tanya hitachi dengan penuh harap.

"apa lagi?" 

"tolong perpanjang kontrakku, aku masih mau hidup, masih mau bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupku dan 

anakkku, bisakah??". Mahasiro pun menatap hitachi dalam dalam, lalu ia berpikir sejenak.

"ehm,,, boleh". mendengar respon itu hitachi pun langsung senang "be..benarkah?? terima kasih" hitachi pun menunduk

berkali kali.

"tapi, bukan kau yang bekerja.melainkan anak mu" ketika mahasiro mengatakan itu, hitachi kaget. 

"kenapa? anakku?" 

"yahhh, kami kurang tenaga kerja dirumah, bolehkan?"

"ta..tapi anak ku masih sekolah" 

"katamu masih mau hidup?"

"hmm,,, iya sih, tapi kenapa harus anakku?"

"MAU ATAU ENGGAK SIHHH???" mahasiro pun membanting file yang ada ditangannya.

hitachi lengah, ia pun berpikir sejenak lalu ia menyetujui hal tersebut. mahasiro tersenyum puas. 

                                                                       ***

 

malamnya hitachi pun membicarakan hal tsb kepada anaknya. saeko mula mulanya tidak menyetujuinya karena dia telah terlalu

sibuk untuk mengurus hal tersebut, tapi karena ia memang masih butuh uang, ia pun menyetujui hal tsb.

 

esok harinya, sepulang sekolah saeko, hitachi pun mengantarnya kerumah tempat keluarga Mahasiro hidup sehari hari. 

keluarga mahasiro tinggal disebuah rumah yang lumayan besar namun, rumah tersebut sejenis rumah tradisional jepang (nggak tau apa namanya -___-")

"permisi" saeko pun mengetukpintu rumah tersebut, sedang ayahnya berlalu. 

"ya, keluarga mahasiro disini. anda mencari siapa gadis muda?" ujar seorang pelayan yang datang membukakan pintu.

"em,, nama saya saeko mizaki. saya kesini untuk bekerja" jawab saeko lancar

sejenak wanita itu melihat wajah saeko dalam dalam, ia merasa seperti mengenal saeko.

"em,, oh silahkan saja langsung masuk, kami memang sedang kekurangan tenaga". wanita itu pun memepersilahkan saeko masuk.

saeko pun melangkahkan kakinya masuk sambil celingak celinguk ia mengamati dekorasi rumah itu, tiba tiba ia ingat sesuatu, ia merasa seperti pernah kerumah

ini, matanya pun menyipit, ia pusing tapi ia tahan, "taruhlah barangmu diloker ini" wanita itu mengagetkan lamunan saeko. saeko pun langsung tersenyum ramah

"i... iya makasih". "oh, iya, seragammu ini." tambah wanita itu sambil memberi sebuah seragam pelayan kepada saeko. saeko pun menerima seragam itu. "terima kasih lagi" 

wanita itu pun meninggalkan saeko lalu ia pun memberi saeko daftar pekerjaan yang harus ia laksanakan. 

"wahhh,,, ini lumayan mudah. aku akan berusaha" saeko pun tersenyum riang, sedangkan wanita itu pun berlalu meneruskan pekerjaan nya.

setelah ganti baju, saeko pun langsung melakukan pekerjaannya. 

 

setelah selesai, sejenak ia duduk disebuah kursi dekat kolam diruang tengah, "huuuuuuhhh... capek,untung PR sudah kukerjakan" keluh saeko.

tiba tiba saeko mendengar suara gitar, ia pun tegak lalu menuju kearah dentang gitar tersebut, suara ituterdengar makin keras

ketika sampai pada sumber suara tersebut, mata saeko melebar. ia melihat seorang lelaki berambut coklat dan mempunyai kedua mata yang sangat lembut. 

saeko pun menelan ludah ketika mendengar suara emas cowok itu. 

ketika agak lama, saeko pun tersadar dan menggelengkan kepalanya dan memukulnya berkali kali. ketika saeko ingin berlalu, tak sengaja ia menabrak kaleng. 

saeko kaget, ia pun langsung menatap cowok itu, sekarang cowok itu sedang melihat kearah saeko dengan pandangan setajam pisau. mata yang lembut sejenak menjelma 

menjadi mata khas DEVIL. saeko kembali menelan ludah dan menegur ramah cowok itu.

"ehm.. ma.. maaf saya nggak sengaja lewat. jadi, nggak bermaksud. lanjutkanlahh hehe" saeko pun menggaruk bodoh rambutnya. cowok itu masih menatap dingin saeko 

tapi tak lama kemudian, ia pun tegak dan berlalu dari ruangan itu tanpa menghiraukan saeko. 

sedangkan saeko hanya melongo karena tak ada respon dari cowok itu.

 

                                                                     ***

 

keesokan harinya pada jam istirahat, sakura mengajak saeko kekelas senior, sakura ingin memperkenalkan gebetannya. saeko pun menurut kepada sakura.

sesampainya ditempat, ini bukan ruangan senior tapi sebuah ruangan musik, disini tempat para BAND SCHOOL latihan. 

"sakura, kenapa kesini???" . "lah... gebetan aku anggota dari THEDEVIL kok, haha" cekikik sakura, saeko hanya melihatnya dengan pandangan sebel.

sakura pun mengetuk pintu lalu masuk, tangan saeko pun ditarik sakura. 

"wahhh,, ada dua junior manis yang datang" ujar salah seorang personil band. 

"hai senpaii,,, " balas sakura akrab. saeko pun memperhatikan wajah satu satu personil band itu, ia kaget ketika melihat seorang cowok 

yang berambut coklat sedang membawa gitar. saeko pun salah tingkah melihat cowok itu.

"hyaaa... siapa nyuruh kalian berdua masuk?" ujar cowok itu kepadanya dan sakura. 

"hmm,,, kakak jangan ganas gitu dong. kami hanya ingin kenalan" respon sakura.

"sakura, keluar aja yok" sambung saeko dan langsung menarik tangan sakura. sakura menahan dan langsung menarik saeko dan menyeretnya mendekati mahasiro atsushi

cowok sinis yang tampan. 

"kakak, perkenalkan ini namanya saeko, manis kan???" 

"hyaaa... berani sekali kau dengan seniormu?" respon atsushi. atsushi pun langsung berlalu keluar ruangan, sedangkan saeko hanya melongo melihat atsushi. 

 

                                                                         ***

 

ketika pulang sekolah, saeko pun bekerja kembali kerumah Mahasiro Clan. disana ia masih mengingat atsushi, tiba tiba ia mendengar seperti ada yang jatuh, 

spontan saeko pun pergi ke sumber suara itu. ia melihat atsushi sedang kesakitan dan menggenggam kakinya yang berdarah. saeko sedih ingin menolong tapi

ia takut kena marah lagi oleh atsushi, tapi tiba tiba atsushi memanggil saeko, ia minta bantuan. saeko pun langsung menolong atsushi.

ketika sedang mengobati atsushi, atsushi pun memandang saeko, ketika lama lama memandang saeko, atsushi pun langsung teringat seseorang sepertinya ia mengenal saeko. 

saeko pun menyadari bahwa atsushi sedang memandanginya, mukanya langsung merah. 

"senpai, sudah selesai" 

"o..oh iya ya, makasih" 

saekopun ingin berlalu, tapi atsushi menarik tangannya. "saeko-chan, mau dengar aku nyanyi gak?" mendengar tawaran itu saeko senang dan langsung menerima. 

atsushi pun memainkan gitarnya sambil bernyanyi seru. sedangkan saeko memperhatikan atsushi dengan seksama, tiba tiba saeko merasa mengenal atsushi.

ia pun pusing, pusing sekali. tapi ia hanya menahan rasa sakit itu.

"hey, saeko. ada apa? ada yang salah?"

"eh, gak kok senpai hehe"

"hmmm... kok aku merasa kamu mirip seseorang?"

DEGH.... tiba tiba saeko sangat pusing, pusing sekali. pandangannya kabur. BRUKK saeko pingsan spontan atsushi khawatir dan langsung mengangkat saeko. 

 

                                                                           ***

 

~DREAMING~ 

 

cahaya gelap itu, disana 

sebuah kesuraman, disana 

kemarilah engkau, disana 

tinggal sedikit lagi

ayo, kesini. temani ibu 

 

'bagaimana' ... "TOLONG IBU"

kok jadi gelap? kok aku disini? ada apa?

ayah, .. ayah ... ayah, jangan lakukan ini. 

 

"HYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA IBUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUU" saeko terbangun 

ia melihat disampingnya ada atsushi yang khawatir melihatnya. 

"saeko-chan ???" 

"senpai, ma.. maafin saeko" 

"lohh... kok minta maaf?"

"saeko buat susah senpai" saeko pun langsung tegak dari tempat tidur atsushi. saat ia ingin melalui pintu 

ia menjatuhkan vas foto, "ma ... maaf"

saeko kaget ada dua foto disana, ia pun melihat foto yang ada dibalik foto itu, ia melihat 

ada seorang perempuan, dua orang lelaki, bersama dengan dua orang anak anak kira kira berumur 5 tahunan. 

tiba tiba ia pun pusing lagi, SANGAT PUSING. ada apa dengan kepalaku? pikir saeko, ia pun langsung berlari keluar tanpa menghiraukan 

panggilan dari atsushi. saeko pergi kerumah sakit, ia ingin tau ada apa dengan kepalanya.

"apa kamu pernah mengalami benturan?" ujar dokter tersebut

"hm,, gak tau dok. kalau kebentur pintu sihh sering"

"bukan itu maksud saya, apa kamu pernah mengalami benturan keras?" 

"ohhh.. perasaan gak pernah dok"

"apa kau yakin?"

"hmm,,, setau saya gak pernah, tapi kata ayah saya. saya pernah mengalami kecelakaan saat umur 6 tahun, gak tau kalau mengalami benturan atau enggak"

"oh, bisa jadi kalau kamu pernah mengalami benturan, ya nggak?"

"ehm,,, maybe"

"menurut kesimpulan saya, saeko-san mengalami amnesia, sepertinya anda lagi dalam pasca pemulihan. karena itu jagalah diri anda"

"amnesia? dari mana tuh penyakit, dokter salah ngomong kali. ya udah deh, makasih"

"loh? kok ngacirrrr???" dokter itu pun bingung melihat saeko yang tak percaya mendengar perkataannya dan hanya langsung kabur. 

                                   

                                                                      ***

 

keesokan harinya saeko bekerja lagi kerumah Mahasiro Clan, tak disangka ini telah satu bulan, 

pusing kepala saeko makin parah, ia malahan berpikir bahwa ia mempunyai tumor. 

Hari ini saeko gajian. ia pun masuk keruangan boss besar Mr.Mahasiro tatsugu. ketika saeko masuk tatsugu pun memandang dingin kepadanya. 

saeko sendiri kaget melihat tuan tatsugu, ia merasa seperti mengenal nya. 

"kenapa? apa kau mengenalku?" 

"ehmm,, enggak" jawab saeko 

"oh, kalau gitu ini gajimu"

"terima kasih" setelah mengambil gaji, saeko pun masih kepikiran. tiba tiba saeko ingat sesuatu, kepalanya kembali pusing 

malahan rasa pusing ini lebih DAHSYAT. 

 

~FLASHBACK~ 

 

IBUUUU....... 

KAKAK AKAN SELALU MENJAGAMU SAEKO 

MATI KAU DISINI 

TOLONG IBU NAK 

PERGI KAU JALANG 

JANGAN LUKAI 

APA SEMUA INI AYAH?

SAEKO.. SAEKO .. SAEKO 

TIDAKKKKKKKKK 

GYAAAAAAAAAAAAAAAAA 

 

 

"AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA" saeko menjerit memegang kepalanya 

ia pun berlari kencang keluar rumah, tiba tiba ia berhenti melihat foto yang tergantung disebuah dinding rumah tersebut 

ia mengingat sesuatu "GYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA TIDAAAAAAAAAAAAAAAAKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKK"

saeko pun kabur lagi, ia menuju rumahnya. dirumahnya ia menangis melihat ayahnya dan langsung memeluk ayahnya. 

"ayahhhh hiks hiks hiks"

"ada apa saeko?" 

"AYAHHHHHHH"

"kenapa saeko? cerita"

"jangan bohong padaku ayah, apa yang terjadi padaku."

"ada apa nak?"

"apa saeko ini amnesia??" 

"kamu kok bilang gitu?"

"ayah,, siapa ibuku? siapa itu keluarga Mahasiro??"

"bukan siapa siapa nak, ibumu meninggal karena kecelakaan, tenanglah"

mendengar perkataan ayahnya, saeko pun langsung diam dan pergi menuju kamarnya. 

 

ketika agak tenang, saeko pun tidur. ia terlelap.

 

~DREAMING~ 

 

"saeko-chan tolong ibu" 

"tolong apa bu?"

"tolong balaskan dendam ibu"

"dendam apa" 

"dendam ini" 

 

 

"GYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA" saeko terbangun. "hosh hosh hosh ... enggak enggak ENGGAKKKKKKK

KENAPA KAU MELAKUKAN INI PADAKU AYAH, KENAPA KAU MELAKUKAN INI !!! KENAPA KAU BEGITU AYAH 

KENAPA KENAPA KENAPA?????????????!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!"

saeko pun tegak dari tempat tidurnya, kini pandangannya tajam seperti kesurupan, tangannya bergumpal kejam. 

ia melirik sebuah pisau disampingnya, "YA, IBU AKU AKAN MEMBALASKAN DENDAMMU, AKU AKAN 

MEMBALASKANNYA, AGAR KAU TENANG IBU. TUNGGULAH, AKU PASTI BISA" . kini saeko mengingat semuanya. 

                                   

                                                                      ***

 

keesokan harinya, seperti biasa. saeko bekerja dirumah Mahasiro Clan. 

"dimana tatsugu-san ?" ujar saeko kepada salah satu pelayan. 

"tuan tatsugu barusan pergi bekerja"

"kapan pulang?"

"sekitar jam 7 malam"

"terima kasih"

"ya"

saeko pun berlalu dari wanita itu ia pun tersenyum licik.

 

jam 7 malam#

 

tok tok .. 

"silahkan masuk" 

saeko pun masuk ke ruangan itu. 

"ada apa?" tanya tuan tatsugu

"apa kau kenal ibuku?" tanya saeko TO THE POINT 

"kenapa?"

"kaulah yang membunuh ibuku tuan" 

"cihhh,,, gak ada buktinya"

"memang, karena kau telah dipenjara"

"hahhh,,, bercanda"

"ayah tiriku, yang iri karena ibu lebih memilih ayahku. kau sudah tau itu, kenapa kau memaksakan diri tuan?"

"hah? saeko anak tiriku"

"ayah, kenapa kau bentur kepalaku menggunakan batu itu?"

"karena kau saksi"

"ayah,, aku tak punya salah. kau menyiksaku hingga kau ambil semua harta ayah kandungku, kembalikan harta ayahku"

"saeko, manusia itu rumit. siapa suruh ibumu memilih HITACHI?" 

"karena, ibuku mencintainya. bukan mencintai IBLIS seperti anda."

"IRONIS ... "

"dasar lelaki JALANG"

"hah... anak JALANG"

"cihh... mengambil harta orang, dan kebahagiaan orang itukah dirimu tuan, atau AYAH TIRI boleh kupanggil AYAH BUANGAN"

"sialan kau nak ...!!!" tatsugu pun mendekati saeko dan ingin mendorongnya, tapi sebelum itu saeko sudah menendang XXX nya hingga pingsan. 

setelah pingsan, saeko pun menyeret tuan tatsugu keluar dan membawanya ke apartemen. 

kebetulan, ayahnya ada, jadi saeko meletakkan tuan tatsugu di gudang. 

ia mengikat tuan tatsugu disana, setelah siuman, tuan tatsugu kaget melihat badannya yang dililit tali dan mulutnya yang ditutupi lakban hitam

tuan tatsugu meront ronta. 

saeko memperhatikan tuan tatsugu. 

"nama ; tuan tatsugu 

 pekerjaan : tukang korupsi

 istri ; mizaki aya 

 riwayat hidup : membunuh istrinya sendiri karena cemburu dengan mizaki hitachi, ayah saeko mizaki yaitu AKU"

saeko tersenyum licik, lalu saeko pun menjilat pisau yang ada ditangannya. 

ia mendekati tuan tatsugu, lalu ia memutilasi kecil kecil badan tuan tatsugu dengan kejamnya, jeritan tuan tatsugu 

ia nikmati dengan Khidmat. mulai dari tangan, kaki, badan, hingga kepala, NA'AS hilang lah nyawa tuan tatsugu. 

setelah selesai, saeko membungkus potongan potongan itu dan membawanya ketempat pembuangan apartemen lalu membakarnya

dengan muka tanpa dosa, ia kembali keapartemennya. 

 

keesokan hari dan seterus terusnya, saeko tetap bekerja dirumah Mahasiro Clan, yang kini sedang mengalami kedukaan

kakak tirinya, mahasiro atsushi kini ingat juga dengan saeko, ia sadar bahwa saeko adalah adiknya. atsushi pun 

menjakan saeko. saeko pun baik dengan atsushi, ia sangat sayang dengan kakanya. 

 

suatu hari saat saeko pulang kerja, ayahnya menghadangnya dan menuduhnya sebagai pembunuh tuan tatsugu

"saeko, kenapa kau membunuh ayah tirimu?"

"aku tidak membunuh"

"jangan bohong nak, ayah tau sifatmu"

"iya memang, aku membunuhnya"

"kenapa?"

"karena ia membunuh ibu tercinta dan merampas harta ayah juga hampir memecahkan kepalaku, menjerumuskan aku dalam kehidupan gelap kelam penuh kebodohan selama 6 tahun"

"saeko... bagaimanapun ia ayahmu"

"bukan, dia IBLIS, tukang KORUPSI"

"tidak nak"

"ayahku bukan tahanan"

"nak, kamu sendiri yang tahanan" 

"ayah, jangan membelanya"

"nak, ayah khawatir denganmu"

"kalau khawatir ... MATILAH ayah" saeko pun langsung membius ayahnya menggunakan sapu tangan. 

ayah kandungnya itupun diikatnya, ketika sadar, ayahnya kaget dan meronta ronta sambil mengangis. 

"nama : mizaki Hitachi 

 pekerjaan : LIAR man 

 istri : mizaki aya

 riwayat hidup ; membohongi anaknya dan menyembunyikan pembunuh"

 

" ayah kun yang tercinta, kemarin aku mendapat mimpi tentang ibuku, aku sadar ibu belum tenang

  itu semua karena aku belum membunuh ayah, ia berkata bahwa ayah. telah menyembunyikan orang yang membunuhnya 

  maafkan aku ayah,,, ini KEWAJIBAN "

 

saeko pun langsung memutilasi ayahnya, tapi kini saeko melakukannya sambil menangis. setelah selesai ia pun membuangnya ke tempat pembuangan apartemen 

tapi tak dibakarnya. setelah itu, saeko kabur ketempat atsushi dan menceritakan apa yang telah terjadi, atsushi pun melindungi saeko. 

 

seminggu berlalu. kini saeko tumbuh menjadi gadis neraka, atau HELL GIRL. ia hobi membunuh orang bahkan melukai orang orang dengan cutter. 

yang tak disangka, sahabat karibnya yaitu SAKURA juga dibunuhnya mentah mentah. kabar atau gosip itu terdengar oleh atsushi 

ia pun memarahi saeko, ia ingin saeko menghentikan semua ini. 

 

"Bunuh aku kak, baru aku akan berhenti" 

"apa??? kamu gila dek???"

"kak, aku gak mau jadi buronan"

"salah kamu ini dek"

"aku benci kakak"

"kenapa?"

"kakak tak membiarkanku bunuh diri"

"karena aku menyayangimu dek,"

"kakak mencintaiku kan?"

"apa yang kau katakan"

"perasaan kakak itu ialah CINTA bukan SAYANG"

"khhhh... iya dek, aku mencintai adikku sendiri, kamu mau pacaran dengan kakak"

"kakak bodoh, "

atsushi pun memeluk saeko tapi saeko menolak dan langsung berlari. 

"Pembohong, aku tau didepan rumah ada polisi. KAKAK MENGUNDANGNYA"

"demi kebaikanmu dik"

"IRONIS... aku tak ingin dipenjara"

saeko melarikan diri sedangkan atsushi mengejarnya. 

saeko menambah kecepatan, namun tak terkejar lagi, tapi atsushi tetap mengejarnya.

 

sampai disuatu tebing...

 

 

IBU..

SAEKO DISINI,

IBU BELUM TENANG KAH?

PASTI KARENA SAEKO TAK ADA DISANA

MUNGKIN, INI MEMANG PANTAS UNTUK SAEKO

SAEKO HARUS KETEMPAT IBU

HUKUMAN PENJARA TAK CUKUP UNTUKKU 

TEMBAKAN PISTOL MASIH KURANG BUATKU 

MELOMPAT DARI CURAM INI MUNGKIN LEBIH PANTAS 

KARENA NERAKA ITU MEMANGGILKU TERUS 

CURAM INI TEMPAT DIMANA IBU DIBUANG DAN AKU PUN DIBANTING 

CURAM INI ADALAH TEMPAT DIMANA KESEDIHAN SAEKO TERUS MENGALIR 

MASUK RUANG ISOLASI ITU KURANG BUATKU 

SELAMA INI MEMANG CUKUP MENDERITA, 

DIBOHONGI DISEKITAR ORANG ORANG MUNAFIK 

BAIK HANYA KARENA ADA MAUNYA

SENANGKAH IBU SEKARANG?

BAIKLAH 

KARENA NERAKA TELAH BERDENTING 

TUBUHKU PANTAS HANCUR DICURAM INI

 

setelah mengutarakan isi hatinya saeko pun memejamkan kedua matanya

kemudian ia melangkah dan terjun kebawah, ketika itu atsushi datang mencegah, namun terlamabat. 

 

 

"maafkan kakak dek, mungkin ini adalah hal yang terbaik untukmu, karena siksaan dineraka lebih 

 pantas tanpa ampunan, daripada kau disiksa dipenjara" 

 

GOOD BYE SAEKO~

 

 

 

                                                                   #THE END#

 

 

 

 

----- cerita ini hanya fiktif belaka -----

 

by : otaku_zinkye

date : 13-04-2012


 
2komik
110pengikut

Kamu mungkin suka