“Argghhhhh tidakkkkkkkk Gryllus assimilis Canis lupus Shit Damn Fuc#

Semua binatang – binatang penghuni kebun binatang dan kata – kata mutiara keluar dari mulutku

Ya hari ini adalah pengumuman yang kunanti

Pengumuman hasil ujian yang telah kujalani SNMPTN 2011

Pengumuman yang aku nanti – nanti setelah sekian lama aku mengikuti tes SNMPTN

Tapi ternyata hasilnya VERY DISSAPOINTED

Aku tidak lolos di Universitas yang kuinginkan Sistem Informasi ITS

Aku sangat benci ini

“Sabar ya Yoga, masi ada sederet tes yang lain yang bias kamu coba” Ujar ibuku

“Iya bu tapi ibu tahu kan aku terobsesi banget sama SI ITS” Jawabku

“Iya nak ibu tahu cita – citamu emank besar sekali, tapi nak kamu harus tahu keadaan keluarga kita, kita gak mungkin ikut kemandirian SI ITS yang bayarnya sampe’ 50 Juta”

“Iya bu Yoga ngerti”

Sudah 2 Seleksi Masuk Perguruan Tinggi aku coba demi meraih impianku

UMPENS dan SNMPTN

Tapi keduanya nihil

Rasanya untuk bias kuliah di kampus berlogo tugu pahlawan ITS kandas sudah.

Aku merasa sepertinya masa depanku sangatlah suram.

Karena sudah banyak hal kulakukan demi cita – citaku satu ini.

Memang sebenarnya aku sudah diterima di sebuah Universitas swasta yang tidak kalah bagus dan dikabarkan tahun depan akan menjadi Universitas Negeri

Tapi tekadku untuk menempati kursi di kampus berlogo Tugu Pahlawan dan bunga teratai sudah terpatri di dalam hati

Tidak ada yang bisa membuatku untuk mundur sedikitpun dari cita – citaku ini

Rasanya usaha yang telah kulakukan percuma semua

 

 

***

Keesokan harinya ini aku berkunjung ke rumah guru privatku Mas Bagus

“Halo Ga, gimana hasil SNMPTN nya ga???”

“Dissappointed mas” Jawabku

“Sabar lah ga, masih ada tes yang lain”

“Iya mas” Jawabku lesu

“Minggu depan kan masi ada Ujian Masuk Politeknik Negeri (UMPN) ??? knapa gak kamu coba aja??? Kali aja kamu bisa masuk PENS ITS ????”

“Percuma mas bagus UMPENS aja kmarin aku gak masuk apa lagi UMPN??? Lagian jurusannya gak ada yang cocok???” jawabku

Memang sebenarnya masih ada 1 kesempatan lagi untukku agar aku bisa menikmati kampus berlogo tugu Pahlawan itu meskipun agak sedikit meleset dari rencana sebelumnya

Yaitu masuk ke Politeknik Elektronika Negeri Surabaya – ITS (PENS - ITS) yang masih jadi satu bagian dari ITS

Tapi aku merasa tidak percaya karena aku telah mencoba lewat ujian sebelumnya UMPENS (Ujian Masuk PENS) dan hasilnya pun hanya 2 kata yang terpampang “TIDAK LOLOS”

“Hahaha emank mau masuk apa kamu???”

“Sistem Informasi mas” Jawabku lesu

“Alah kamu jangan terpengaruh sama temen – temen kamu”

“Tapi aku emank pengen Mass”

“Kamu tahu masih banyak jurusan yang lain daripada Sistem Informasi, apalagi sekarang gak jaman kuliah di tempat yang terkenal kerjanya bakalan di tempat enak”

“Iya sih mass”

“Lagian juga dulu tak bilangin apa? Belaajr yang serius, soal – soal dikerjakan, kalo’ gak bisa nanya”

“Iya mas aku nyesel sekarang”

Memang nasi sudah jadi bubur di saat dulu aku persiapan SNMPTN memang aku tidak serius belajarnya, tapi mau bagaimana lagi semuanya sudah terlambat

“Udah gak apa masi ada waktu seminggu lagi buat persiapan”

 

“oke mas”

Setelah itu aku seperti orang kebingungan di tengah persimpangan jalan

Aku bignung apa yang harus aku lakukan dan jurusan apa yang harus aku ambil

Hingga akhirnya aku menemukan sebuah artikel di Internet

Di Swiss yang diperbolehkan melanjutkan ke Universitas hanya 20 % sisanya melanjutkan ke Politeknik

 

PENS – ITS berhasil memecahkan rekor MURI 12 kali berturut – turut memenangkan 12 kali Kontes Robot Indonesia

Singkat saja, keputus asaanku berubah menjadi sebuah harapan.

 

***

 

Malam hari sebelum aku pergi mendaftar keesokan harinya aku mengutarakan keinginanku untuk ikut UMPN

 

"Bu, besok aku ndaftar UMPN, doain ya moga - moga lulus" Pintaku

"Iya nak, Ibu doakan moga2 kamu dikasih yang terbaik, mau daftar jurusan apa?" Jawab Ibuku

"Elektro Industri Elektro Industri ,  Teknik Telekomunikasi, Teknik Elektro sama Multimedia Broadcasting bu"

"Gak ambil Teknik Informatika?"

"Gak bu dah bosen, lagian Peluang kerjanya banyak saingan"

 

Tiba - tiba ayahku ikut dalam pembicaraan ini

 

"Yoga ngapain kamu susah - susah ikutan daftar ini itu?" Tanya ayahku

"Ya gak apa yah namanya aja usaha?" Jawabku

"Buang - buang waktu aja Ga, lagian kamu udah ketrima di UPN, buat apa ndaftar ITS?"

 

Memang aku sudah mendaftar di suatu kampus swasta yang konon kgosipnya tahun depan akan menjadi Negeri, tapi di pikiranku hanya ada 3 huruf ITS

 

"Ayolah yah, sekali ini aja, ini terakhir dah, kalo gak lolos aku masuk UPN gak apa" Jawabku lantang

"Ok beneran ya""Bener"

 

Setelah mendengar komentar dari ayahku, akupun semakin tertantang untuk dapat melewati medan perang tes UMPN ini.

 

***

 

Kesokan harinya aku berangkat mendaftar.

Dengan membulatkan tekad akupun  berangkat ke tempat Pendaftaran.

Kubulatkan tekat untuk mendaftar di Politeknik berlogo huruf E yang sekarang berganti logo menjadi  bunga teratai ini.

 

Kumasukan pilihanku 4 pilihan jurusan : Elektro Industri ,  Teknik Telekomunikasi, Teknik Elektro dan Multimedia Broadcasting

Semua aku pilih program Studi D3 dengan harapan aku dapat melanjutkan jenajang ke D4 atau S1.

Pada saat mendaftar aku menerima angket berisikan pertanyaan “Apakah anda bangga PENS pisah dengan ITS?”

Aku menjawab “Sangat Bangga”

Memank aku sudah mendengar banyak cerita tentang perceraian PENS dan ITS dan tidak munafik pukla aku mendaftar ke sini karena ada embel - embel ITS, tetapi aku tidak terlalu memperdulikannya dan aku yakin PENS bisa lebih baik dari ITS dan aku sudah siap dan tidak akan menyesal bila isu itu menjadi kenyataan.

Setelah aku mendaftar

Ku bultakan tekadku untuk belajar dan belajar

Demi cita – citaku satu ini

Dengan bermodalkan soal dan pembahasan UMPN tahun – tahun lalu aku mulai belajar

Kufokuskan dari Fisika karena fisika merupakan pelajaran yang aku benci

 

Dengan tekat yang kuat ditambah lagi dengan keinginan untuk membalaskan dendam karena tidak lolos SNMPTN dan setitik darah hitam kebencian aku pelajari semua soal – soalnya

Seminggu berlalu, akhirnya hari yang dinanti tiba. Hari ini senin tanggal 9 Juli 2011. di kampus ITATS (Institut Teknologi Ah Taunya Swasta :Peace: ) aku mengadu nasib untuk kedua kalinya demi satu cita – citaku ITS. Aku bulatkan tekad untuk meraih cita – citaku. Soal demi soal aku kerjakan.

 

Kuhitung – hitung kurang lebih aku mengerjakan 60 – 70  soal.

Tes pun selesai, dan aku langsung pulang. Aku terdiam di rumah menanti pengumuman dan keajaiban mungkin ada kemungkinan aku bisa kuliah di SI ITS.

 

Aku merasa hampa dan tak tentu arah. Cita – cita SNMPTN terus menghantuiku. Ada teman yang menyarankan aku kuliah di tempat lain, tapi aku menolak.

Akhirnya hari yang kunanti pun tiba. Tepat 4 harisetelah ujian aku cek pengumuman di Internet. Aku buka webnya dengan tidak terlalu optimis seperti sebelumnya. Dan aku buka langsung pengumuman UMPN pilihan D3 Elektro Industri dan aku liat keseluruhan namaku “Eka Firmansyah Y” disebut di situ.

 

Aku tidak percaya dengan hal ini. Dan aku beritahu ke semuaorang di rumah. Aku lulus masuk Politeknik No 1 di Indonesia

 

POLITEKNIK JOSS

POLITEKNIK JOSS

POLITEKNIK JOSS

 

Vivat

Eh dah gak pake vivat ya? :D

 

 

ELIN POWER JOSS JOSS JOSS


 
 
0komik
0pengikut

Kamu mungkin suka