6 tahun yang lalu...


 

“Nina, selamat ulang tahun,” Ucap Sheena kepada Nina, seraya menyerahkan boneka Teddy Bear sebagai hadiah. Nina menerimanya dengan senang hati. Hari ini adalah hari ulang tahun Nina yang ke-9.

 

“Terima kasih!” Ucap Nina dengan penuh semangat.

 

“Tunggu, masih ada lagi.” Sheena merogoh-rogoh saku bajunya.

 

“Apa lagi?” Tanya Nina dengan nada penasaran.

 

“Ta-Ra…! Bagaimana, bagus kan?” Tanya Sheena sambil memamerkan pita sutra berwarna hitam. Nina melihatnya dengan tatapan bingung.

 

“Benda apa itu?” Tanya Nina.

 

“Ini namanya Pita, terkenal di daerah asalku. Sini kupakaikan di kepalamu.” Ucap Sheena sambil mengenakannya ke kepala Nina.

 

“Whoaaa… Nina, kau terlihat cantik!” Puji Sheena.

 

“Benarkah?”

 

“He-eh! Eh, tapi… tunggu sebentar, deh. Rasanya kok…” Ucap Sheena, lalu memperhatikan wajah Nina dengan serius. Lagi-lagi Nina di buat bingung oleh sikap Sheena.

 

“Ada apa lagi?” Tanya Nina. Sheena tertawa.

 

“Kalau kau memakai pita itu di kepalamu, kau jadi mirip Alice-nya Alice in Wonderland! Haha.. maaf, ternyata pita itu tidak cocok untukmu!”

 

 

 

***** *****

 

 

 

Sudah 6 tahun berlalu sejak hari ulang tahun Nina. Hari dimana Nina merasa sangat senang, karena mendapat hadiah ulang tahun dari Sheena. Tapi kesenangan itu langsung hilang saat Sheena menertawainya dan menyamainya dengan Alice dari Alice in Wonderland.

 

“Haah... Sheena jahat!” Gumam Nina. Nina menundukkan kepalanya dalam-dalam, memeluk Mr. Beruang yang ia dapat dari Sheena erat-erat.

 

Sheena dan Nina berteman sejak kecil. Sheena lahir di Toran, dan besar di Greenhill. Tapi sekarang ia kembali ke Toran lagi. Sheena teman favorit Nina. Sheena sangat baik. Tapi entah mengapa sekarang ia jadi suka main-main.

 

Nina menyukai Sheena, lalu menyatakan perasaannya. Umur mereka memang berbeda jauh. Awalnya Sheena menjawab kalau ia hanya menganggap Nina sebagai adik, tapi Nina terus memaksanya untuk menjadi pacarnya. Walau pacaran, tetap saja mereka tidak bisa akur. Selalu bertengkar.

 

Nina kesal jika disamakan dengan Alice, tapi Nina tidak dapat melepaskan pita dari kehidupannya. Karena pada awalnya Sheena memujinya. Sheena mengatakan kalau Nina cantik memakai pita. Makanya Nina bertekad untuk tidak melepas pita dari kehidupannya.

 

Tanpa disadari, sekelompok perempuan datang dan menghampiri Nina.

 

“Kau yang bernama Nina?” Tanya salah satu orang yang ikut mengelilinya.

 

“Eh?” Nina tersentak kaget.

 

“Jangan hanya ah-eh ah-eh! Jawab!”

 

“I.. Iya, aku Nina. Ada perlu apa? Siapa kalian?”

 

Mereka saling berpandangan, lalu tersenyum.

 

“Kau tidak perlu tahu siapa kami, sweetheart. Teman-teman, bawa dia!”

 

“Tu.. Tunggu! Kalian mau apa?!”

 

Sekelompok perempuan itu membawa Nina ke suatu tempat di tengah hutan belakang New Leaf Academy. Nina sangat takut. Di hutan ini ‘kan banyak monster bayam yang berkeliaran.

 

“Aku bertanya kepadamu, apa hubunganmu dengan Sheena?”

 

“Sheena…? Untuk apa kalian menanyakan hal itu?”

 

“Untuk apa? Hahaha! Untuk apa, katamu? Hei, teman-teman! Anak ini menyebalkan sekali. Berani dekat-dekat dengan Sheena tetapi tidak mau mengatakan yang sebenarnya.” Sekelompok perempuan itu tertawa terbahak-bahak. Nina semakin takut melihat tingkah laku mereka yang aneh.

 

“Baik, aku akan mengatakan yang sebenarnaya pada kalian!” Ucap Nina. Mereka langsung terdiam.

 

“Bagus, cepat katakan!”

 

“Aku dan Sheena… kami teman kecil, orang tua kami juga sangat dekat…”

 

Mendengar penjelasan Nina, mereka semua terdiam, lalu sedikit berdiskusi. Setelah berbicara beberapa lama mereka mengalihkan pandangan mereka kepada Nina.

 

“Orang tua Sheena adalah pemimpin Toran, dan kau adalah putri pendiri New Leaf Academy, benar?”

 

“Ya… itu benar. Karena itu, kalian jangan coba-coba berurusan denganku!” Ucap Nina membela diri.

 

“Ok, ok.. kami tidak akan mengganggumu. Tapi kami muak melihat boneka beruangmu. Usiamu sudah 15 tahun, kan? Bikin sakit mata saja melihatmu membawa boneka itu setiap hari. Hei, teman-teman, kita rusak saja boneka itu!”

 

Mendengar hal itu Nina sangat kaget. Wajahnya langsung berubah pucat. Tetapi cewek-cewek itu tetap mencoba untuk merebut boneka itu dari Nina.

 

"Hentikan! Ini barang berhargaku!"

 

Mereka pun saling tarik-menarik. Lalu…

 

‘Breeett….!’

 

Tangan Mr. beruang milik Nina putus. Nina tidak percaya akan apa yang terjadi dengan hadiah dari Sheena itu. Tapi sekelompok cewek itu tertawa puas.

 

“Aaah.. Ini baru menyenangkan! Teman-teman, ayo kita pulang. Dan kau, jangan coba-coba dekat Sheena lagi, mengerti??! Farewell, Nina Wisemail…”

 

Mereka pun berlalu…

 

 


 
 
2comics
94followers
   

You might also like