We’ll meet again, for sure.

 

Fanfic for Eyeshield 21

Rated : T+

Pairing : HiruSena

Genre : Romance/Angst

 

I don’t own Eyeshield 21! But i am owner of this story.

 

Yeah, ini adalah fanfic es21 pertama, yah, semoga suka ya? Hmm, soalnya lagi ga mood, ini buatnya tepat 4:32 Wib~ Subuh-subuh buta ^^, jadi maaf kalo rada gaje dan ga nyambung...

 

Warning ya

Fanfic Shounen-ai... dark theme? Mungkin theme nya berat... ^^

OOC, kegajean yang tidak di sengaja... hehehehe, jadi kalo ga suka Shounen-ai gausah baca lah! ... author sudah mengingatkan.

 

------------- we will begin! -------------

 

Walaupun ingin mengulang waktu juga...

Apakah mungkin? Lagi pula... Kalau Cuma aku yang menderita

Itu sudah cukup. Asalkan orang yang kucintai dan yang berharga untukku tidak menderita.

 

-----------------------------------------------------------------

 

“Sena, maaf membuatmu menunggu!”

 

Terdengar suara yang menyapaku dari belakang.

“Eh, M-Monta, sudah selesai? Ayo, nanti Hiruma-san marah-marah.”

Monta mengangguk lalu kami berdua lari ke tempat latihan...

 

Tiba-tiba saja.. ehm, lebih tepatnya entah mengapa, kepalaku terasa berat...

“A-aduh,” aku berhenti dan memegangi kepalaku.

“Ada apa Sena? Kau sakit?” Monta berjalan mundur dan mendekatiku.

“Eh, ng, tidak.. Mungkin hanya kelelahan,” lalu aku menebarkan senyum untuk meyakinkannya.

TIDAK. Aku tahu ini bukan kelelahan, aku sudah tahu penyakitku sejak lama, tapi aku harus menyembunyikkannya, kecuali orangtuaku. Yup, aku mengidap leukimia.. atau ... kanker darah? Iya, mestinya sih aku di rumah sakit, tapi karna keras kepalaku, aku terus pergi ke sekolah. Bisa di bilang aku rawat jalan. Hehhe, ups, malah ketawa...

 

“Oy, Chibi kuso? Jangan bengong! Cepat latihan!” aku mendongak melihat orang yang sedang memegang handgun nya... hei, siapa yang tidak mengenalnya? Hiruma Yoichi, dia adalah...... iblis (coret) quarterback tim Deimon Devil Bats.

Aku masih meringis memegangi kepalaku yang sakit, entah kenapa penyakit ini semakin menjadi jadi.

Tiba-tiba ada tangan seseorang yang memegangi dahiku.

Chibi kuso kau ini benar-benar … BAKA…” aku hanya bisa melihat dirinya dengan pandangan yang hampir meredup.

“Manajer sialan, cepat kau urus dia!” lalu Hiruma-san pergi meninggalkan kami berdua.

“Ada apa, Sena? Apa kau sakit?” Mamori-nee duduk di sampingku.

“Un, cuma sedikit kelelahan..” aku masih mengelak, tentu saja, Mamori-nee pasti sangat khawatir kalau mengetahui penyakitku.

 

“Yaampun lihat! Wajahmu pucat Sena, aku tahu kau sedang tidak sehat ‘kan? Sudah, ayo, kita ke UKS saja..” Mamori-nee menarikku masuk ke dalam sekolah.

“Tapi aku benar-benar tidak apa-a…” kali ini rasa sakit itu menyebar, bagai parasit dalam tubuh. Aku hanya terdiam lantaran tak bisa lagi bersuara.

 

------------- Skip time ?  -------------

Pulang sekolah ~

 

Curhat sedikit yah, ehm, sebenarnya aku sudah lama sekali memendam perasaanku pada seseorang yang menjadi kapten tim Devil Bats, tahu ‘kan? Tapi, rasanya aku ini tidak layak, apalagi sebentar lagi aku akan menghilang. Betapa sakitnya hati orang itu? Dan juga aku, kalau aku terlanjur sayang padanya.

 

Aku melihat matahari yang mulai tenggelam, indah.

Sampai kapan aku harus memendam perasaan ini? Apakah... sampai aku di panggil nanti? Rasanya berat, tapi aku tak boleh egois ‘kan??

 

Rumah ~

 

“Tadaima...” aku membuka sepatu dengan lesu. Tampak tou-san dan kaa-san menghampiriku. Padahal sebelumnya mereka pasti lembur, tapi begitu tahu penyakit yang menggerogoti tubuhku mereka jadi sering di rumah, senang sih.. tapi sedih juga.

“Okaeri, Sena, bagaimana keadaanmu?” kaa-san menghampiriku dan membukakan dasi yang kupakai.

“Hm, tambah parah mungkin? Tehe – “ aku melihat kaa-san hanya mendengus, aku tahu pasti dia sangat sedih sekali.

Lalu ibuku duduk di sampingku, di kasurku.

 

Hening.

 

Hening.

 

Hening.

 

“Kaa-san...” akhirnya aku membuka pembicaraan, karna terganggu dengan suasana hening yang menjadi-jadi.

“Ya?” Kaa-san berpaling melihatku, tampak matanya berkaca-kaca. Aku jadi kasihan, hm, aku hanya menemani Kaa-san ku sampai umur 16 tahun saja...

“Hehe, ada yang ingin kutanyakan nih ... – bolehkan?” aku melihat mata Kaa-san yang masih berkaca-kaca. Menahan tangis.

“Ada apa?” tanyanya balik.

“Uhm, begini, kalau misalnya Kaa-san punya orang yang di sukai, tapi Kaa-san harus meninggalkannya untuk selamanya, apa yang akan Kaa-san lakukan?” – heee? Tentu saja ini pertanyaan untuk hubunganku dengan Hiruma-sen, licik ya?

Kaa-san terkejut, tapi setelah itu pandangannya jadi melembut.

“Kalau begitu, Kaa-san akan mengungkapkan perasaan Kaa-san padanya,” aku tertegun, sangat berbeda sekali dengan apa yang kulakukan saat ini.

“Setelah itu, Kaa-san akan minta maaf karna tak bisa menemaninya, dan menyuruh dia untuk mengungkapkan perasaannya pada orang yang sebenarnya ia sukai, karna – setelah itu Kaa-san akan meninggalkannya. Tapi Kaa-san senang, karna perasaan Kaa-san tetap ada di hatinya, walaupun sudah ia lupakan.”

Aku kembali terkejut dengan jawaban Kaa-san...

Apakah aku harus mengikuti sarannya? Tapi... aku tak mau Hiruma-san terluka gara-gara aku.

“Memangnya kenapa, Sena? Ada orang yang kau sukai ya?” huwaaa, wajahku memanas – apakah Kaa-san menyadarinya..

“I – iya.. tapi aku takut melukai perasaannya,” aku memilih untuk jujur pada Kaa-san karna tidak bisa menyembunyikannya lagi.

“Hm, cinta itu memang menyakitkan... – tapi terkadang, kita berfikir, apakah cinta ini hanya begini saja? Makanya semua sakit dalam cinta itu, membuat semua jadi berubah, dan menguatkan rasa cinta,” Kaa-san menatap lembut mataku yang sangat terkejut. Benar juga kata Kaa-san... Lho? Tiba-tiba terasa genangan air hangat menetes di pipiku. Ahhh – sudah kutahan dari tadi...

“Ukh.. uhuhu..” Kaa-san memelukku erat seakan tahu, betapa sakitnya hatiku.

 

------------- Skip time ?  -------------

 

Grek.

Aku melihat Hiruma-san sedang mengotak-atik laptopnya dengan memainkan permen karet kesukaannya itu (?).

Oke, aku bisa!

 

“Hi.. Hiruma-san?” aku mendekat, sedangkan Hiruma-san masih mengotak-atik laptopnya.

“Ada apa Chibi Kuso? Tumben hari ini lebih awal,” tanpa berpaling Hiruma-san menjawabku. Aku merasa kali ini benar-benar – wajahku memanas. Aku mencoba menguatkan hatiku.

“Aku.. mau.. mengatakan sesuatu...” aku mengatur napas agar tidak gugup. Tapi mau bagaimana lagi? Sudah terlanjur!

“Hn, katakan saja, pendek,” Hiruma-san kembali meniup gelembung permen karetnya.

Aku duduk di sampingnya.

“Hiruma-san... B-bagaimana kalau ada orang yang bilang, dia menyukaimu?” aku memberanikan diri untuk menanyakan ini.

Terlihat wajahnya sangat terkejut.

“Memangnya kenapa? Apa urusanmu Chibi kuso?” tapi dengan gaya sok cool nya dia kembali memainkan laptop.

“Kumohon, To-tolong jawab saja!”

Kulihat Hiruma-san mulai berkedut, tapi mulutnya membisikkan sesuatu.

“Aku akan menyimpannya. Menyimpannya disini, chibi-pendek-brengsek-kuso-dobe-baka – “ Hiruma-san menunjuk bagian dadanya, eh maksudnya mungkin... akan menyimpannya di hatinya?

Senyum mengembang. Akhirnya..

“A-aku..aku menyukaimu Hiruma-san..” dengan suara bergetar, kucoba untuk melawan rasa malu – .

Tiba-tiba saja aku merasa sudah ada di dekapan seseorang. Hiruma-san. Aku membalas pelukannya.

 

------------- Disini nyalain lagu skyscraper yah ~ -------------

 

Skies are crying

I am watching

Catching teardrops in my hands

Only silence as it's ending, like we never had a chance

Do you have to, make me feel like there is nothing left of me?

 

Tiba-tiba saja seluruh tubuhku terasa lemas, sepertinya… memang sudah waktunya untukku?

“Maafkan aku, Hiruma-san.. aku harus meninggalkanmu..” aku masih berpelukkan dengannya. Dengan Hiruma-san.

“Kau bicara apa, Chibi Kuso?” Hiruma-san mengelus rambutku. Aku ingin menangis, menangis, menangis karna telah memendam perasaan untuknya.

“Maafkan aku, aku akan meninggalkanmu, padahal aku sudah membuatmu memendam perasaanku,” akhirnya aku benar-benar menangis, aku tak bisa lagi… aku merasa ingin menumpahkan semuanya.

 

You can take everything I have

You can break everything I am

Like I'm made of glass

Like I'm made of paper

Go on and try to tear me down

I will be rising from the ground

Like a skyscraper!

Like a skyscraper!

 

“Hn, tidak apa,” Hiruma-san tetap membelai rambutku, aku tetap berada di pelukkannya, entah… sampai kapan? Karna sebentar lagi aku …

BRUK.

“O-oi, Chibi Kuso? Kau kenapa?” Hiruma-san memegangku. Tangannya hangat, seperti aliran listrik yang mengalir hangat kehatiku.

“Tidak … apa-apa – terimakasih.”

Aku menutup perlahan mataku, dengan perasaan hangat, bahagia.

Chibi kusoo?!”

 

As the smoke clears

I awaken, and untangle you from me

Would it make you, feel better to watch me while I bleed?

All my windows, still are broken

But I'm standing on my feet

 

-------------

 

“Tidak bisa… penyakitnya sudah stadium akhir.”

Titik-titik hujan membasahi dunia, seakan ikut bersedih.

Chibi kuso, kenapa begini? Kenapa tidak bilang padaku?” aku memegang tangannya, mencium punggung tangannya yang memucat.

“Aku belum menjawab perasaanmu, lho, pendek. Bagaimana bisa kau meninggalkanku duluan?” aku membelai rambutnya yang lembut. Akankah … akankah dia kembali ke sisiku?

 

You can take everything I have

You can break everything I am

Like I'm made of glass
Like I'm made of paper

Go on and try to tear me down

I will be rising from the ground

Like a skyscraper!

Like a skyscraper!

 

“Hiruma-san…” kulihat matanya yang terbuka walau cuma setengah – tidak, kurang dari setengah.

“Hm?”

“Perasaanmu… padaku…?” tanyanya terbata-bata. Air mata mulai menggenangi ujung matanya.

“Aku mencintaimu..”

 


Go run, run, run

I'm gonna stay right here

Watch you disappear, yeah

Go run, run, run

Yeah it's a long way down

But I am closer to the clouds up here

 

“Terimakasih…Maaf.”

 

------------- Skip time ?  -------------

1 tahun kemudian.

 

“Sena! Bagaimana kabarmu disana? Menyenangkan tidak?” Mamori tersenyum didepan nisan itu, seakan Sena berada di sana.

Yah, kami sedang mengunjungi Sena – maksudnya makam Sena.

“Kami terkejut lho! Kenapa kamu tidak bilang apa-apa sih? Huh, menyebalkan.”

Semua yang ada di sana tertawa kecil. Khekhekhe.

 

You can take everything I have

You can break everything I am

Like i'm made of glass

Like i'm made of paper, Ohhh woaah

Go on and try to tear me down

I will be rising from the ground

 

Semua orang yang ada disana sudah pulang, kecuali satu orang.

“Sena, aku mencintaimu.”

 

Samar-samar terdengar jawaban.

“Iya, aku juga Hiruma-san.”

 

Like a skyscraper!

Like a skyscraper!
Like a skyscraper!

Like a skyscraper!

 


  •  
     
    0comics
    65followers

    You might also like